Sesuatu yang Tertunda

 

Begini awal mula ceritanya, dimulai dengan hari awal masuk pertama sekolah, Adi bertemu dengan seseorang wanita yang duduk sendirian. Kemudian Adi bertanya-tanya kepada teman sebangkunya yaitu Tino. Adi bertanya tentang namanya dan tempat daerah tinggalnya serta nomor handphone-nya. Adi tertarik kepada cewek ini, dan Adi berusaha untuk mendekatinya. Setelah beberapa bulan berlalu, akhirnya Adi bisa berkenalan langsung dengan cewek itu dengan bantuan salah seorang temannya dekatnya yaitu Yesi.

Adi memberanikan diri untuk mendekati Indah (nama cewek yang Adi dekati), meskipun Adi merasa agak malu dan ragu-ragu untuk mendekatinya, tetapi dorongan kemauan Adi sangat tinggi. Setelah Adi memberanikan dirinya untuk berkenalan dan mulai dekat dengannya.

2 Bulan pun berlalu, banyak kenangan manis yang telah dilalui bersama dengan Indah. Karena Adi terlalu lama untuk mengungkapkan perasaannya kepada Indah, akhirnya Indah telah jatuh hati kepada temanku. Tetapi Adi tetap tabah dan tetap tegar menghadapinya. Karena Indah memang bukan siapa-siapa Adi dan disaat posisi itu, Adi hanyalah seorang teman bagi Indah. Adi tetap bahagia dan senang melihat dia bersama temanku, walaupun hati ini berkobar-kobar.

Tidak disangka-sangka saat Adi sedang berkeliling di sekitar komplek Adi, Adi melihat seorang cewek duduk sendirian, lalu Adi menggodanya dan disaat itu juga kita jadian. Adi begitu senang sekali, tetapi hati ini masih memilih Indah untuk menjadi kekasih.

3 Bulan telah berlalu dan Adi mendengar kabar yang tidak baik dari salah seorang teman ceweknya. Adi langsung kecewa dan sangat marah saat mendengar berita buruk yang disampaikan oleh teman cewekku, ternyata cewekku ini telah kembali kepada mantan pacarnya yang dulu, tanpa basa-basi Adi langsung memutuskan hubungan dengan cewek itu. Tiba-tiba cewek tersebut meminta maaf kepadAdi atas apa yang ia telah perbuat selama ini tanpa sepengetahuanku. Untungnya Adi mau memaafkan perbuatan yang dilAdikan oleh cewek tersebut, karena buat apa ada rasa saling memendam rasa dendam satu sama lain.

Setelah kejadian itu Adi sempat mengalami shock, karena selama ini cewek yg telah menemaniku selama 3 bulan, tidak berarti apa-apa bagiku. Adi dapat menyimpulkan bahwa sebagian cewek yang merasa kesempurnaan tubuhnya adalah tujuan dari hidupnya, misalkan kecantikan. Kecantikan dapat menaklukan hati sang pria.

Kini Adi sendirian dan tidak mempunyai teman spesial, akhirnya Adi memutuskan untuk melanjutkan usaha untuk mendapatkan si Indah. Dengan penuh perjuangan yang Adi tempuh, seperti ledekan dari teman-teman sekelasku. Mungkin ujian ini terlalu berat bagiku, dan Adi tetap enjoy untuk menghadapi rintangan demi rintangan itu.

Bulan demi bulan pun berlalu, kenangan yang Adi buat seakan-akan tidak akan habis untuk sang pujaan hati yaitu Indah. Di Bulan Pertengahan Mei, Adi mendapat berita yang buruk dan mungkin berita ini adalah yang paling buruk yang kudengar dari salah seorang temannya.

Kali ini Adi langsung marah dan Adi sudah lepas kontrol, Adi langsung mencari lelaki itu dan menghajar lelaki yang telah merebut calon Pujangga hatiku itu. Alahasil cowok tersebut luka memar dan langsung lari terbirit-birit seperti dikejar seekor anjing.

Indah melihat tingkah Adi atas perbuatan yang kemarin Adi perbuat. Indah berkata, “sudahlah kalian itu bukan anak kecil, lagian ada masalah apa sih yang bisa menimbulkan permasalahan ini ?”. Adi terdiam membisu dan menyesali atas perbuatannya.

Masalah ini terselesaikan, namun Adi tidak mau mendekati wanita ini lagi. Karena percuma saja usaha Adi untuk mendapatkan Indah hanyalah sia-sia dan tidak menimbulkan keuntungan baginya. Kini Adi menghilangkan kenangan manis bersaman Indah, meskipun Adi masih mengharapkan untuk mendapatkan hati Indah.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: